Selasa, 19 April 2011

rilis humas kep meranti

Bupati Meranti Berbagi Ilmu dengan Calon Master UR
* Jadi Pembicara pada Kuliah Perdana
PEKANBARU - Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan Nasir MSi, Kamis (7/4) malam memberikan kuliah umum kepada enam puluhan orang calon master (S2) Fakultas Ekonomi Universitas Riau. Kuliah perdana bagi mahasiswa pasca sarjana tersebut dilaksanakan di Mahligai Room Aryaduta Hotel.
Hadir pada kesempatan tersebut, Guru Besar Fekon UR, Prof. DR. H Yohanas Oemar MM, Dekan Fekon UR, DR Kennedy, Pengamat Ekonomi Riau Edyanus Herman Halim, Kepala Bappeda Kepulauan Meranti Drs H Nuriman MSi, Direktur RSUD Selatpanjang, dr Misri dan segenap dosen Fekon UR. Kuliah umum yang memang disiapkan untuk mendengarkan pemaparan Bupati Kepulauan Meranti tersebut berlangsung dalam dua sesi, pemaparan dan dialog interaktif.
Dalam pemaparannya, Bupati Kepulauan Meranti memberi penekanan bahwa peningkatan APBD Kepulauan Meranti 2011 yang begitu pesat dari sebelumnya yakni dari angka Rp.369 miliar menjadi Rp.917 miliar, merupakan hasil dari kerja keras semua SKPD yang ada di Kepulauan Meranti. Karena, lanjut Bupati Irwan, tingginya angka kemiskinan di Kepulauan Meranti yang berada di urutan 12 dari 12 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Riau, adalah pemicunya. Sehingga mengurusi kabupaten yang baru dan miskin haruslah diurus dengaan serius dan bukan main-main.
“Kami belajar dari kelemahan yang terjadi di kabupaten lain dan provinsi riau sendiri. Ternyata, berhadapan dengan pemerintah pusat itu, harus ditongkrongi setiap departemen itu. Tekanannya pun harus sedikit ekstrim dan kuat. Meskipun pendekatan secara politis juga jangan diabaikan,” papar Irwan yang pada kuliah umum tersebut diberi tema Pengelolaan Keuangan Daerah: Peluang dan Tantangan.
Bupati Meranti yang baru menjabat delapan bulan ini, menjelaskan tentang pajak daerah. Menurut Irwan, bahwa jika di daerah lain pemungutan pajak dengan angka pungutan yang besar dianggap sebagai cara untuk mengingkatan APBD, di Meranti hal itu bukanlah menjadi pilihan, atau Meranti akan menerapkan angka minimal bukan angka maksimal. Sebab, lanjut Irwan, besarnya pungutan pajak ternyata berimbas negatif terhadap perekonomian dan pasar, karena pelaku pasar dan investor akan meminimalisir transaksi pasar dan jual beli jika pajak yang dipungut dari setiap barang yang dimakan atau dibeli itu tinggi harganya.
“Padahal jika dibebankan dengan harga murah, kami yakin transaksi akan semakin sering, dan secara tidak langsung, daya beli juga semakin meningkat. Satu barang yang dibeli saja, sudah ada pajak yang dibebankan didalamnya. Teori yang kami terapkan adalah, bahwa pajak harus berbanding lurus dengan pendapatan,” papar Irwan.
Selanjutnya, Bupati Irwan menjelaskan, mengelola pemerintahan saat ini harus menerapkan pola seperti mengelola sebuah perusahaan daerah, dengan manejemen yang transparan serta target yang jelas dan terukur. Negeri ini, lanjut Irwan kekurangan para pakar yang jago dalam mengelola keuangan daerah, bahkan di setiap perguruan tinggi saja, untuk S1, S2 dan S3 jurusan tentang Keuangan Daerahg sangat sulit ditemukan. “UR harus mempertimbangkan saran kami membuka jurusan Keuangan Daerah tersebut. Kita sangat kekurangan pakar dibidang itu, peluang kerja besar, tapi SDM minim,” kata Irwan.RILIS HUMAS



TEKEN MOU: Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi, menandatangani naskah MoU yang disaksikan oleh Gubernur Riau HM Rusli Zainal, staf ahli Bappenas, Kemnedagri, Ketua DPRD Riau dan lainnya, saat Musrenbag Provinsi di Aula Gedung Daerah Pekanbaru, Senin (11/4). Foto : Humas Pemkab Kep.Meranti.


Meranti Harus Jadi Prioritas Pembangunan Riau

PEKANBARU-Kabupaten Kepulauan Meranti harus menjadi prioritas utama dalam pembangunan di Provinsi Riau. Hal ini perlu dilakukan bila Provinsi Riau ingin mempercepat pencapaian penuntasan pembangunan secara keseluruhan, sekaligus meraih prestasi penilaian sebagai provinsi terbaik dalam pembangunan berbagai sektor di tingkat nasional.
Hal ini disampaikan Bupati Kepulauan Meranti, Drs Irwan MSi, disela-sela jeda mengikuti rapat Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Riau Tahun Anggaran 2012, Senin (11/04) di Aula Gedung Daerah Provinsi Riau.
Menurut Bupati, sebagai kabupaten terbungsu di Provinsi Riau yang baru menginjak tahun kedua pembentukannya, Kepulauan Meranti masih sangat banyak ketertinggalan-ketertinggalan dalam berbagai aspek pembangunan. Baik dari segi infrastruktur, sarana-prasarana, keterbatasan sumber daya manusia, tingginya angka kemiskinan dan pengangguran, dan masih banyak keterbatasan dan kekurangan lainnya.
Dari segi pendidikan, Kepulauan Meranti juga masih jauh tertinggal. Hal ini bisa dilihat dari tingkat lulusan siswa. ''Tadi Gubernur memaparkan, untuk tingkat SMP, Provinsi Riau masih berada di urutan 12 secara nasional. Sedangkan SMA, provinsi Riau sudah berada di urutan ke-3. Jadi saya kira, urutan nomor 12 provinsi Riau jenjang pendidikan SMP secara nasional ini, bisa jadi disebabkan rendahnya tingkat kelulusan SMP di Kepulauan Meranti. Karenanya jika ingin memperbaiki peringkat Riau di tingkat nasional, provinsi harus turut membantu mengatasi permasalahan pendidikan di Kepulauan Meranti ini,'' ujar Irwan.
Dikatakan pula, sudah menjadi kewajaran bila Pemprov lebih memprioritaskan pembangunan tahun 2012 mendatang di Kabupaten Kepulauan Meranti. Karena selain merupakan kabupaten baru yang masih sangat banyak memerlukan suntikan dana, Kepulauan Meranti juga merupakan salah satu pintu gerbang atau pintu masuk berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura. ''Kepulauan Meranti adalah etalase Indonesia. Jadi bila ingin melihat wajah Indonesia, dan Riau khususnya, bisa dilihat dari wajah Kepulauan Meranti. Karena itu pembangunan Provinsi Riau harus dahulukan pintu gerbang,'' jelas Irwan.
Apalagi program percepatan pembangunan daerah terluar, yang Kepulauan Meranti termasuk salah satu diantaranya sebut Irwan, saat ini menjadi salah satu prioritas pembangunan secara nasional, begitupun dengan Provinsi Riau.
Dalam Musrenbang Provinsi ini, Kepulauan Meranti jelas Irwan, mengajukan sejumlah program yang bersifat budget sharing, dan sejumlah kegiatan yang diharapkan bisa diakomodir oleh APBD Provinsi dan APBN. Diantara program tersebut menyangkut pembangunan infrastruktur berupa jalan, jembatan, sarana air bersih, elektrifikasi, penanganan masalah kemiskinan salah satunya melalui program pembangunan Rumah Layak Huni, pembangunan bidang pertanian, pengairan, irigasi, dan sejumlah program pembangunan lainnya.
Untuk pembangunan jembatan misalnya, pada Musrenbang Provinsi ini, Kepulauan Meranti mengajukan sejumlah pembangunan jembatan yang menjadi prioritas membuka daerah terisolir, seperti jembatan penghubung Pulau Merbau dengan Pulau Tebingtinggi, jembatan Selat Lengit dan lainnya yang dananya mencapai Rp800 miliar lebih.
''Harapan kita Pemprov bisa membantu pembangunan infrastruktur mendasar tersebut, sekaligus bisa pula menfasilitasinya ke Pemerintah Pusat,'' harap Irwan.
Terkait Musrenbang yang diikuti tersebut berlangsung mulai 11-13 April, yang dihadiri oleh perwakilan dari Badan Perencanaan Nasional, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta sejumlah lembaga nasional lainnya. Musrenbag diikuti pula satuan kerja tingkat provinsi dan kabupaten/kota se-Provinsi Riau, hadir pula bupati dan ketua DPRD se-Kabupaten/Kota. Dari Kepulauan Meranti, selain dihadiri bupati, turut hadir Wakil Bupati Drs Masrul Kasmy MSi.(ril/hms kep.meranti)

////////////
Gubri : Meranti Jadi Pusat Pengembangan Sagu Nasional
PEKANBARU-Kabupaten Kepulauan Meranti dinobatkan sebagai pusat pengembangan tanaman Sagu secara nasional. Hal ini dilakukan tersebab kabupaten terbungsu di Provinsi Riau ini, terkenal sebagai kawasan penghasil tanaman Sagu terbesar di Indonesia.
''Kepulauan Meranti menjadi salah satu kawasan pengembangan ketahanan pangan tingkat nasional, yakni untuk tanaman Sagu,'' ungkap Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP, saat pemaparannya dalam acara Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbag) Provinsi yang berlangsung di Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru, Senin (11/4). Musrenbag Provinsi ini dihadiri oleh staf ahli dari Bappenas, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pemuda dan Olahraga, serta bupati/walikota dan DPRD kabupaten/kota se-Provinsi Riau. Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi, turut hadir dalam Musrenbag yang membahas rencana prioritas pembangunan di Provinsi Riau pada 2012 tersebut.
Menurut Gubri, pengembangan bidang ketahanan pangan, menjadi salah satu prioritas pembangunan di Provinsi Riau. Melalui program Operasi Pertanian Riau Makmur yang telah dilaksanakan sejak beberapa tahun lalu, Pemprov telah membuka sejumlah kawasan terutama lahan pertanian terlantar di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau untuk dikembangkan. Disamping juga bidang pertanian lainnya, diantaranya program pengembangan Sapi K2I. Saat ini Pemprov Riau telah membagikan sebanyak 9.000 ekor sapi yang disebarkan kepada masyarakat di 12 kabupaten/kota.
''Khusus Kepulauan Meranti sebagai penghasil Sagu terbesar di Indonesia, ke depan sektor ketahanan pangan bidang satu ini akan lebih kita tingkatkan lagi, salah satunya dengan memberikan penguatan perekonomian kepada para petani sagu dan program yang menguntungkan petani sagu setempat,'' jelas Gubri.
Sementara Bupati Kepulauan Meranti Drs Irwan MSi menyebutkan, kemasyhuran Kepulauan Meranti sebagai daerah penghasil Sagu terbesar di Indonesia, sudah dikenal sejak lama. Perkebunan Sagu ini menjadi salah satu penghasilan primadona masyarakat setempat, yang sesuai dengan tekstur tanah gambut dengan tingkat keasaman yang cukup tinggi dan rawa. Produksi Sagu yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik yang diolah berupa sagu basah dan tepung sagu oleh perusahan sagu berupa usaha kecil yang ada saat ini, dikirim ke Cirebon untuk diolah menjadi sejumlah panganan dari Sagu, bahan kosmetik, kesehatan dan lainnya. Adapun tepung Sagu yang dikirim ke Cirebon tersebut diperkirakan mencapai 400 ribu ton per bulan.
Saat ini ungkap Irwan, sudah terdapat sebuah perusahaan besar yang dalam tahap membangun pabrik pengolahan Sagu, yakni PT Sampoerna. Keberadaan perusahaan yang mengolah Sagu dari perkebunan sendiri dan perkebunan Sagu masyarakat di Kepulauan Meranti ini, diharapkan akan membawa dampak positif bagi pengembangan perekonomian dan industri di Kepulauan Meranti. ''Kita berharap Pemprov dan Pempus lebih memperhatikan masyarakat petani Sagu di Kepulauan Meranti, untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Kita juga berharap agar Pempus dan Pemprov memberikan kemudahan kepada investor yang berminat menanamkan investasinya di Kepulauan Meranti, baik sektor pengolahan dan pengembangan Sagu, maupun sektor lainnya,'' ungkap Irwan.(ril/hms Pemkab.meranti)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

silahkan masukan komentar anda